My Digital Portofolio: : PKKMB Unusa Hari 2 September 02, 2025


Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya unusa (Resume Materi PKKMB) Hari Kedua








Materi I

Ainun Najib

Ahli IT Indonesia

Tema: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Indonesia


Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut:

Pembelajaran Digital dan Online  
Penggunaan platform e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel.
Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi.

Kurikulum Berbasis Teknologi  
Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kurikulum.

Pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0.
Revolusi Industri 4.0 dan Keterampilan Baru  
Perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data.

Fokus pada soft skills seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Infrastruktur Digital dan Infrastruktur Kampus  
Peningkatan infrastruktur TI, seperti jaringan broadband cepat, laboratorium virtual, dan perangkat lunak kolaboratif.

Kampus digital yang mendukung aktivitas belajar dan penelitian.
Kolaborasi dan Kemitraan Global  
Kemitraan dengan institusi internasional, perusahaan teknologi, dan startup untuk inovasi dan riset bersama.

Program pertukaran mahasiswa dan dosen secara virtual maupun fisik.
Pengukuran dan Evaluasi Berbasis Data  
Penggunaan Learning Analytics untuk memonitor kemajuan mahasiswa dan meningkatkan proses pembelajaran.

Data-driven decision making dalam pengelolaan institusi.
Peran Perguruan Tinggi sebagai Inovator dan Penggerak Revolusi Industri  
Perguruan tinggi tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi pusat inovasi dan penelitian terapan.
Pengembangan startup dan inkubator bisnis berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di era yang penuh perubahan ini.



Materi V

DR. Nurul Ghufron, S.H., M.H,- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024

Tema: Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi


Generasi muda berintegritas anti korupsi adalah generasi yang tumbuh dengan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian untuk menolak segala bentuk kecurangan. Mereka sadar bahwa korupsi bukan hanya soal uang, tetapi juga soal penyalahgunaan wewenang, nepotisme, manipulasi, hingga perilaku tidak adil dalam kehidupan sehari-hari

Ciri-ciri generasi muda berintegritas antara lain:

Jujur dalam perkataan dan perbuatan.

Disiplin serta menepati aturan.

Berani berkata benar walaupun sulit.

Tidak tergoda jalan pintas meskipun ada kesempatan.

Menjadi teladan dalam lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat.

Mengapa penting? Karena generasi muda adalah penerus bangsa. Bila sejak dini mereka membiasakan diri menolak korupsi dalam bentuk kecil—misalnya tidak mencontek, tidak memanipulasi data, dan tidak menyalahgunakan kepercayaan—maka saat dewasa mereka akan lebih kuat menjaga amanah dalam pekerjaan dan kehidupan sosial.

Jadi, generasi muda berintegritas anti korupsi bukan hanya tentang melawan praktik besar yang merugikan negara, tapi juga membangun budaya jujur dan bersih dalam keseharian.



Materi VI

KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU Jawa Timur

Tema: Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah


Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah berarti mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dididik dan dibimbing untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi dasar perjuangan NU.


Sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah, mahasiswa UNUSA memiliki ciri-ciri:
1. Berpegang pada nilai keislaman yang moderat (tawassuth), tidak ekstrem, serta mampu menempatkan agama sebagai rahmat bagi semua.
2. Mengutamakan keseimbangan (tawazun) dalam kehidupan, baik antara dunia dan akhirat, ilmu dan amal, serta akal dan hati.
3. Menjunjung toleransi (tasamuh) dalam keberagaman, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
4. Mengamalkan tradisi NU seperti cinta tanah air (hubbul wathan minal iman), gotong royong, serta semangat menjaga persatuan.
5. Berilmu dan berakhlak mulia, sesuai visi UNUSA yang memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.

Dengan landasan itu, mahasiswa UNUSA tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga profesional di bidang kesehatan, pendidikan, dan bidang lainnya, tetapi juga menjadi kader bangsa yang berakhlak, cinta tanah air, dan siap mengabdi pada umat dengan semangat Aswaja An-Nahdliyah.



Materi VII

Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes. -Kaprodi D4 K3

Tema: Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi


1. Keselamatan

Di perguruan tinggi, keselamatan mencakup segala upaya untuk melindungi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dari kecelakaan maupun risiko bahaya. Contohnya:
Memahami jalur evakuasi darurat.
Menggunakan alat laboratorium dengan prosedur yang benar.
Mengetahui cara pencegahan kebakaran.

2. Kesehatan Kerja

Kesehatan kerja di lingkungan kampus penting agar aktivitas akademik berjalan optimal tanpa gangguan kesehatan. Misalnya:
Penerapan ergonomi saat belajar/kerja di laboratorium atau depan komputer.
Penyediaan fasilitas kesehatan kampus.
Pencegahan penyebaran penyakit menular (seperti menjaga kebersihan ruang kelas).

3. Lingkungan

Lingkungan yang sehat dan lestari sangat berpengaruh pada kenyamanan belajar. Penerapannya meliputi:
Pengelolaan sampah dengan baik (reduce, reuse, recycle).
Penghematan energi (listrik, air).
Menjaga kebersihan dan ruang hijau kampus.

Tujuan Pengenalan K3L di Perguruan Tinggi
Membentuk budaya sadar keselamatan dan peduli kesehatan.
Mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kegiatan kampus.
Menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Menciptakan suasana kampus yang aman, sehat, dan nyaman.



Materi VIII

Dimas Chairullah, S.Sos., CPS

Tema : Pengenalan Nilai Budaya dan Etika Kehidupan Kampus, Tata Krama dan Norma Kehidupan Kampus, Terampil Serta Bijak dalam Berkomunikasi Melalui Media Sosial


Memiliki makna yang sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai insan akademis. Kehidupan kampus bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk melatih diri dalam bersikap, berperilaku, serta berinteraksi dengan orang lain secara baik. Mahasiswa dituntut untuk memahami nilai budaya yang berlaku di lingkungan kampus, seperti kejujuran, kedisiplinan, saling menghargai, serta menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Etika kehidupan kampus pun menjadi bagian penting, karena sikap sopan santun kepada dosen, tenaga kependidikan, maupun sesama mahasiswa akan menciptakan suasana belajar yang harmonis dan kondusif.

Selain itu, tata krama dan norma kehidupan kampus harus dijaga agar mahasiswa terbiasa hidup dengan aturan yang baik. Hal ini terlihat dari cara berpakaian yang pantas, berbicara dengan sopan, bersikap santun, serta menghindari perilaku yang melanggar norma. Dengan memahami tata krama dan norma, mahasiswa tidak hanya menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter mulia.

Keterampilan berkomunikasi juga sangat dibutuhkan di era modern. Mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan ide dan pendapat dengan baik, jelas, dan efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Tidak hanya dalam ruang kelas atau organisasi, komunikasi juga berlanjut di ruang digital melalui media sosial. Di sinilah kebijaksanaan sangat diperlukan. Mahasiswa harus mampu menggunakan media sosial dengan bijak, menyaring informasi sebelum membagikan, menjaga sopan santun dalam menulis komentar, menghindari ujaran kebencian maupun hoaks, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana berbagi ilmu dan inspirasi positif.

Dengan pengenalan nilai budaya, etika, tata krama, norma kehidupan kampus, serta keterampilan berkomunikasi yang bijak, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, dan siap menjadi teladan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
 












 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Digital Portofolio: PKKMB Unusa Hari 1 September 01, 2025

Opini Kritis UNUSA dan Tantangan Menuju Kampus Masa Depan