My Digital Portofolio: PKKMB Unusa Hari 1 September 01, 2025



Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya unusa (Resume Materi PKKMB) Hari Pertama


 





Materi 1

Prof. Yudi Latif, MA.,PH.D

Ketua Pusat Studi islam dan Kenegaraan Indonesia / PSIK-Indonesia

Tema: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, Dan Pembinaan Kesadaran Belanegara



Kita memiliki peran strategis sebagai penjaga nurani bangsa—mengawal hak-hak rakyat kecil dan menjaga arah pembangunan tetap berada di jalur kebaikan. Para pemimpin besar negeri ini pun banyak lahir dari rahim gerakan mahasiswa yang kritis dan idealis.

Namun, perjuangan itu harus tetap berpijak pada etika, visi kebangsaan, dan tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip dasar negara. Kritik dan aksi mahasiswa harus membedakan antara idealisme intelektual dan tindakan destruktif. Barbarisme bukanlah jalan perubahan. Justru, disinilah kecerdasan moral dan intelektual mahasiswa diuji: bagaimana bersuara lantang tanpa merusak, bagaimana menekan kebijakan tanpa membakar jembatan bangsa.

Lebih jauh, pembangunan bangsa tidak bisa hanya diukur dari angka-angka makroekonomi seperti GDP per kapita. Kualitas manusia adalah fondasi sesungguhnya. Pendidikan harus membentuk pribadi unggul—dalam pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Maka dari itu, mahasiswa dituntut tidak hanya aktif di ruang kuliah, tapi juga di ruang sosial, organisasi, dan masyarakat. Di situlah soft skill, kepemimpinan, dan tata kelola dibentuk.

Tantangan terbesar kita hari ini adalah memperbaiki tata kelola negeri: memilah mana yang prioritas dan memangkas pemborosan. Sebab, efisiensi tidak boleh mengorbankan hal-hal fundamental seperti pendidikan dan pembangunan manusia. Di tengah kompleksitas ini, mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan yang cerdas, berintegritas, dan berkomitmen menjaga arah bangsa.


Materi II

Erisandy Yudhistira

Priority Banking Manager Bank Mandiri

Tema: Penguatan Literasi Keuangan Dan Kesejahteraan Mahasiswa




Literasi keuangan bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar, terutama bagi mahasiswa. Mahasiswa sebagai generasi produktif harus dibekali pemahaman yang kuat mengenai cara mengelola keuangan secara bijak. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang belum memiliki kesadaran pentingnya perencanaan finansial sejak dini. Pengeluaran yang tidak terkontrol, gaya hidup konsumtif, hingga terjebak dalam utang pinjaman online menjadi masalah yang makin marak.

Literasi keuangan adalah kemampuan memahami, mengelola, dan merencanakan keuangan secara sehat dan bertanggung jawab. Dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka juga akan lebih peka terhadap pentingnya menabung, berinvestasi, serta menghindari perilaku impulsif dalam pengeluaran. Tidak hanya untuk kebutuhan sekarang, tetapi juga untuk persiapan masa depan.

Penguatan literasi keuangan tidak harus menunggu masuk dunia kerja. Justru masa kuliah adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat. Dengan pendapatan terbatas, mahasiswa bisa belajar menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, dan menabung secara rutin. Kesejahteraan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga oleh kecerdasan mereka dalam mengelola sumber daya yang ada.

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir keuangan mahasiswa. Melalui seminar, pelatihan, atau bahkan integrasi dalam kurikulum, literasi keuangan bisa ditanamkan sejak awal perkuliahan. Mahasiswa yang paham literasi keuangan cenderung lebih mandiri, tidak mudah panik saat menghadapi kondisi darurat, dan mampu mengambil keputusan finansial yang rasional.

Selain itu, mahasiswa juga perlu dibekali dengan keterampilan untuk mencari peluang pemasukan tambahan yang legal dan produktif, seperti berwirausaha atau bekerja paruh waktu. Dalam jangka panjang, hal ini turut mendukung peningkatan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan. Literasi keuangan juga erat kaitannya dengan kesehatan mental mahasiswa. Ketika keuangan terkelola dengan baik, tingkat stres pun bisa ditekan.

Di tengah dunia digital, mahasiswa perlu melek terhadap produk-produk keuangan seperti e-wallet, paylater, asuransi, dan investasi digital. Namun, literasi harus diiringi dengan sikap hati-hati agar tidak terjebak dalam praktik keuangan yang merugikan. Oleh karena itu, penting untuk membangun budaya keuangan sehat yang berbasis pada edukasi, kesadaran, dan tanggung jawab.

Dengan penguatan literasi keuangan, mahasiswa tidak hanya bertumbuh sebagai insan akademis, tapi juga sebagai pribadi yang cakap menghadapi tantangan ekonomi. Ini adalah bekal penting menuju kemandirian finansial dan kesejahteraan hidup yang lebih baik di masa depan.


Materi VI

Prof. Hafid Algristian, dr., Sp.KJ - Dosen UNUSA, RSI Jemursari 

Tema: Mahasiswa Berkarakter dengan Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, Sehat Mental dan Perilaku Menyimpang




Mahasiswa Berkarakter dengan Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, Sehat Mental dan Perilaku Menyimpang. 
Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut memiliki karakter yang kuat untuk mewujudkan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bermartabat. Mahasiswa berkarakter adalah mereka yang menolak segala bentuk kekerasan seksual dan perundungan, karena keduanya merusak harkat manusia dan menimbulkan dampak negatif jangka panjang. Selain itu, mahasiswa harus menjaga kesehatan mental dengan mengelola stres, mengedepankan komunikasi yang sehat, dan saling mendukung sesama.

Di sisi lain, menjauhi perilaku menyimpang menjadi langkah penting agar mahasiswa dapat fokus pada pengembangan potensi diri, prestasi akademik, dan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan karakter yang berintegritas, mahasiswa akan tumbuh sebagai generasi yang berdaya, beretika, dan mampu mewujudkan nilai-nilai kebaikan bagi sesama.

Kita patut "Bangga menjadi mahasiswa Unusa" adalah kesimpulan yang sangat tepat untuk beberapa materi hari ini yang bisa saya dapat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Digital Portofolio: : PKKMB Unusa Hari 2 September 02, 2025

Opini Kritis UNUSA dan Tantangan Menuju Kampus Masa Depan